Seminar Nasional Lentera Muda Kerinci 2018

Seminar Nasional yang terlaksana pada 10 Juni 2018 ini sungguh menyisakan cerita dan kenangan indah temans.

Seminar yang dilakukan di Gedung Nasional, Kota Sungai Penuh ini, diselenggarakan pada waktu ngabuburit menjelang buka puasa.

Dan tahukah kamu? Acara seminar nasional sebesar ini, terlaksana dengan persiapan hanya 30 hari sebelumnya mulai dari mengkonsep acara, mencari sponsor, dan sebagainya.  Dan tahukah kamu bahwa bahwa belasan panitia ini semuanya belum pernah rapat tatap muka sama sekali.. WHAAAT??

iya benar, hehe. Semua panitia hanya berkoordinasi melalui grup Whatsapp karena semua berada di berbagai daerah dari padang, hingga Surabaya. Tidak hanya itu, acara seminar nasional ini juga menjadi ajang perkenalan kami sebagai team lmk untuk pertama kalinya.

Alhamdulillah

Ratusan peserta datang memenuhi kursi tamu. Kami semua bahagia, lelah selama ini terbayarkan. Kami percaya betul bahwa niat baik akan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik.

Berikut beberapa foto kegiatannya temans,

Wajah-wajah lelah yang berakhir sumringah

Tim konsumsi yang luar biasa. Terima kasih kepada orang tua Aprilia Maorin di Rawang yang sudah menyediakan tempat untuk kami membungkus takjil yang super luar biasa banyak ini kwkw. juga tentunya pada team yang turun tangan langsung. Biarlah ini jadi rindu hihihi

Nah ini nih, panitia kece dari berbagai kampus yang akhirnya bertemu.

Salam rindu dari jauh. Sampai jumpa lagi.

“Merajut Impian” Buah di Balik Sebuah Proses

Alhamdulillah

Teman-teman lentera muda kerinci mentor penulisan angkatan 1 sudah menerbitkan kumpulan tulisan mereka selama bimbingan.

Satu tahun sudah kami berkarya bersama. Melalui beragam cerita, mendewasa bersama. Dalam perjalanan yang masih terlalu singkat, banyak cita-cita yang masih mengangkasa.

Satu tahun sudah Lentera Muda Kerinci berusia. Kami tata dengan segala asa, membingkai harapan anak-anak muda penuh talenta.

Jauh dari rumah bukan berarti kami tak bisa berbuat apa-apa. Sebagai perantau, sumbangsih untuk kampung halaman bisa diwujudkan melalui kegiatan nyata.  Buku “Merajut Impian” ini adalah salah satu buktinya. Walau terpisah jarak, kami tetap memanfaatkan dunia maya yang semakin menggurita.

Dalam satu tahun perjalanan bersama, berbagai bimbingan kepenulisan diadakan melalui aplikasi whatsapp, berbagai narasumber kami hadirkan dari seluruh penjuru dunia. Mulai dari pembicara di bidang journalistic, academic writing, sastra dan sebagainya. Sebagian dari mereka sedang menempuh pendidikan di China, Belanda, New Zealand pun juga negara lainnya.

Kami ingin memberi bukti bukan hanya janji. Ingin membuka wawasan bahwa dunia sangatlah luas, ada banyak ilmu yang harus kita serap dan terapkan. Karena impian tak sekedar pemanis cerita belaka. Jarak hanyalah pembatas sedangkan tekad adalah perwujudannya.

Buku ini adalah kumpulan tulisan anggota Lentera Muda Kerinci Batch 1 tahun 2017/2018 terdiri dari cerpen, puisi, maupun essai dan opini. Semuanya kami rangkup dan hadirkan untuk Anda agar memberi semangat untuk meningkatkan dunia literasi di kampung halaman kita.

Tak semua orang harus bisa menulis, namun menulislah jika ingin dikenang sejarah. Anak-anak muda ini sudah membuktikannya. Anda?

Merajut impian, adalah sebuah proses dan bukti dari kerja keras mereka yang membuahkan hasil.

Mereka sudah membuktikan bisa berkarya melalui tulisan, kamu kapan?

Sebagian member mentor penulisan angkatan 1 dari ki ka (Dinda, Bang Yoni, Aprilia, Mursalina, Suci)

Berproses dalam Berjuang

Seperti pohon yang tidak tumbuh tergesa-gesa, seperti itu pula Lentera Muda Kerinci berproses setiap harinya.

Alhamdulillah satu tahun pertama sudah di jalani dengan semangat luar biasa. semangat mengabdi di kampung halaman, walau banyak cacian dan cemoohan. Namun kami yakin, niat baik selalu akan dipertemukan dengan orang-orang baik.

Di tahun 2018, ditengah kepadatan aktivitas masing-masing dan saling berjauhan, kami mencoba berbagai program baru untuk diterapkan.

Personil pun bertambah, dari yang awalnya hanya bertiga, menjadi berempat hingga saat ini sudah berjumlah 40 orang.

Berikut ini para rockstar mentor kampus yang menjadi dalang dibalik tahun 2018

Berjuang dan berjuang, terutama untuk meyakinkan orang-orang bahwa teknologi bisa diarahkan untuk hal kebaikan. dengan semangat itu pula, walau berjauhan tetap semangat mengabdi untuk kampung halaman.

Suka Duka LMK Goes to School 2018

-Pendidikan adalah eskalator sosial-ekonomi suatu bangsa-

Karena itulah kami tergerak hati ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Kerinci Sungai Penuh dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusianya dulu.

Di sela waktu liburan yang singkat, Alhamdulillah hampir kurang lebih dua minggu, tim lentera muda kerinci yang hanya berjumlah beberapa orang ini sudah hampir selesai mendatangi semua sekolah di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Berjalan mengeliling Kerinci dari ujung ke ujung, kami yakin bahwa pendidikan terbaik layak dimiliki setiap orang. Kami telah merasakannya karena itupula kami ingin memberikan secercah harapan dan mewujudkan mimpi anak-anak muda ini menjadi nyata.

Beragam respon kami terima dari para guru dan siswa yang sekolahnya kami datangi. Hanya satu sekolah saja yang memberikan respon negatif, Okelah kalau begitu, kami berbesar hati menerima penolakan ini. Namun selebihnya kami disambut dengan suka cita oleh para guru dan siswa-siswa dengan antusiasme tinggi.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk berbagi pengalaman dan sharing program-program LMK ke depan ke berbagai penjuru negeri.

Termasuk ketika ke sekolah-sekolah yang selama ini jarang di datangi karena akses yang cukup jauh dari pusat kota. Semoga hal kecil ini bisa berdampak besar bagi anak-anak muda penerus nanti.

Berikut beberapa dokumentasi sekolah yang  kami kunjungi

SMAN 12 Kerinci di Siulak Deras

SMAN 2 Kerinci di Semurup

SMAN 6 Kerinci di Tanjung Tanah

Disambut baik oleh kepala sekolah SMAN 7 Kerinci di Kayu Aro (In fram: Pak Kepsek Hatizar Thalib bersama Ketua Pelaksana kak Rizky dari UGM)

SMAN 1 Sungai Penuh

SMAN 4 Kerinci di Siulak

Sebagian team sosialisasi, minus kak Fadel, Kak Brian dan Kak iqbal.

MAN 2 Kerinci di Kemantan

SMAN 5 Sungai Penuh

MAN 1 Sungai Penuh

SMAN 11 Kerinci di Ujung Pasir

SMAN 5 Kerinci di Lempur

SMAN 10 Kerinci di Lolo

SMAN 9 Kerinci di Tamiai

SMAN 13 Kerinci di Sungai Tutung

 

Ini hanya sebagian dokumentasi saja, semangat semua.

Buka Puasa Bersama LMK

Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim)

Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.” (HR Imam Tirmidzi)
Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.” (HR Imam Muslim)

Karena alasan silaturahmi inilah, rencana untuk berbuka puasa bersama team Lentera Muda Kerinci akhirnya terwujud juga, Walaupun yang bisa hadir hanya sedikit namun tentu saja sebuah kebahagiaan bisa bertemu dengan kawan-kawan di bulan Ramadhan yang suci ini.

Menyapa SMAN 7 Kerinci

95% tingkat buta huruf di Indonesia pada tahun 1945 dan 8% pada tahun 2010, merupakan pencapaian yang luar biasa. Bandingkan saja dengan India yang notabenya sebagai penguasa ekonomi Asia, tercatat pada tahun 2010 tingkat buta huruf mencapai 42%.

Inilah sekilas tentang gambaran pendidikan Indonesia. Namun ternyata bebas dari buta huruf dan bisa membaca saja tidak cukup. Mari tengok lebih dalam! Pada tahun 2007 siswa Sekolah Dasar (SD) mencapai 4,6 juta orang. Tapi yang lulus SMA hanya 1,7 juta jiwa. Bayangkan 3 juta jiwa tidak pernah lulus SMA (putus sekolah), kalau pertahunnya 3 juta, maka dalam 10 tahun berapa?

Negara ini merdeka oleh campur tangan para pendidik seperti Bung Karno, Bung Hatta dan Ki Hajar Dewantoro. Namun di usianya yang hampir menginjak 66 tahun, ternyata Indonesia belum merasakan kemerdekaan secara pendidikan, pendidikan hanya bisa dirasakan oleh sebagian dari rakyat Indonesia. Padahal masalah pendidikan adalah “Janji Negara”, ini termuat dalam Pembukaan UUD 45 alinea 4 :

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…”

Kini, rasanya masalah pendidikan tidak hanya menjadi janji dan tanggungan Negara, namun juga menjadi tanggungan bagi setiap mereka yang terdidik.

“Mendidik adalah kewajiban setiap orang Terdidik” (Anies Baswedan)

Dengan semangat gempita, di penghujung tahun 2017 kami mendatangi SMAN 7 Kerinci yang berada di Kayu Aro , Kaki Gunung Kerinci menyebarkan inspirasi memberi kabar kebaikan.